LDII - Haji -RIYADH – Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji tahun ini karena pengembangan tempat-tempat suci di Makkah sedang berlangsung sekaligus menyerukan kepada umat Islam untuk menunda perjalanan spiritual.

“Ini merupakan keputusan luar biasa yang bersifat sementara,” Bandar Hajjar, Menteri Haji seperti dikutip oleh kantor berita SPA.

“Rencana ekspansi [dari Al Masjid Al Haram] bertujuan untuk memberikan keamanan dan pelayanan sebesar mungkin bagi para jamaah.”

Pemerintah Saudi mengatakan mereka mengurangi separoh jumlah jamaah haji dalam negeri.

Jumlah jamaah luar negeri akan berkurang 20 persen.

Menurut pejabat Saudi pemotongan quota haji bertujuan untuk menghindari padatnya desak-desakan selama haji dan menjamin keamanan para jamaah Muslim.

Arab Saudi saat ini sedang mengerjakan perluasan dua masjid suci di Makkah agar dapat menampung lebih banyak jamaah di tahun-tahun mendatang.

Setelah disetujui oleh Raja Abdullah bin Abdel Aziz pada 2011, ekspansi terbaru mencakup area seluas 400.000 meter persegi untuk mengakomodasi 1,2 juta jamaah.

Luas total Masjid Haram yang ada saat ini adalah 356.000 meter persegi menampung 770,000 jamaah.

The Mataf [area tawaf sekitar Ka’bah, pusat Masjid Al Haram] juga akan diperluas.

Hatem Qadi, wakil menteri haji dan juru bicara kementerian, menggarisbawahi perlunya mengurangi jumlah jamaah asing dan domestik tahun ini.

“Jangka waktu untuk memotong jumlah jamaah tidak akan melebihi dua tahun,” katanya.

Ia mengatakan keputusan itu penting untuk menjamin keamanan para jamaah. “Pengembangan Masjid yang dilakukan terus menerus demi kepentingan jamaah.”

Muslim dari seluruh dunia berbondong-bondong ke Makkah setiap tahun untuk menunaikan haji, salah satu dari lima rukun Islam.
Haji terdiri dari beberapa ritual, sebagai simbol konsep penting agama Islam, dan untuk mengenang cobaan Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Setiap Muslim dewasa sehat yang secara finansial mampu harus melakukan haji setidaknya sekali dalam seumur hidup.

Sekitar 3,1 juta jamaah melakukan ibadah haji tahun lalu, sebagian besar dari luar negeri.

Menunda Haji

Pejabat Saudi telah mengimbau jamaah untuk menunda perjalanan perjalanan mereka tahun ini sampai perluasan Masjid Haram selesai.

“Dengan pengumuman ini pemerintah tidak bermaksud mencegah siapapun beribadah haji, tetapi meminta mereka untuk menunda guna menghindari kemacetan dan membantu para jamaah yang baru pertama kali haji untuk melaksanakan kewajiban keagamaan mereka tanpa kesulitan,” Saeed Al-Qurashi, anggota Komisi Haji & Umrah Kamar Dagang dan Industri di Makkah, mengatakan kepada Arab News.

Dia mengatakan bahwa mataf saat ini hanya bisa menampung 39.000 orang setiap jam, sehingga masuknya sejumlah besar jamaah bisa menyebabkan kemacetan di dalam masjid.

“Setelah selesai perluasan mataf dapat menampung lebih dari 130.000 jamaah per jam,” katanya.

“Jadi, akan lebih baik bagi saudara-saudara kita untuk datang haji tahun depan atau setelah dua tahun, saat itu mereka akan dapat melakukan ibadah mereka nyaman.”

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah Saudi telah memperjuangkan beberapa proyek pengembangan dan perluasan Makkah untuk mengakomodasi jumlah pengunjungyang lebih besar.

Selama masa dua musim haji, jamaah dapat menggunakan tahap pertama dari monorel pertama di Makkah yang menghubungkan kota dengan tempat suci di Mina, Arafah dan Muzdalifah `, semua tempat yang dikunjungi oleh gelombang besar jamaah.

The Clock Tower Makkah, menara jam terbesar di dunia, dengan empat wajah berkilauan setinggi 46 meter di (151 kaki) berteknologi tinggi campuran keramik dengan emas, juga mulai berdetak tahun lalu.

Proyek-proyek lain juga digagas oleh pemerintah Saudi akhir-akhir ini, untuk menjamin keamanan dan keselamatan jamaah haji.

Pada bulan November 2009, Riyadh mengklaim telah menyelesaikan lima lantai jembatan Jamarat berteknologi tinggi untuk memastikan kelancaran arus jutaan jamaah haji selama ritual melempar jumrah tahunan.
Jembatan ini memiliki 10 pintu masuk dan 12 pintu keluar di keempat tingkatnya untuk memungkinkan arus 300.000 jamaah per jam.

Jembatan Mina juga dilengkapi dengan teknologi untuk membantu pihak berwenang memberikan pertolongan bila terjadi desak-desakan mematikan selama ritual lempar jumrah.

Proyek-proyek lain juga dilakukan untuk memperluas area puncak Bukit Arafah, mengembangkan sistem pembuangan limbah dan pemadam kebakaran serta meningkatkan pelayanan kesehatan dan transportasi.