Tag

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ* سورة غافر 60

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

Surat Ghofar ayat 60

Berdoa adalah salah satu bentuk ibadah dalam Islam. Berdoa adalah perintah Allah dan juga merupakan salah satu kewajiban umat Islam. Orang yang tidak mau berdoa kepada Allah adalah sombong dan masuk neraka. Berdoa menjadi ibadah bila permohonannya ditujukan hanya kepada Allah dan sepenuhnya mengharapkan pemberian dari Allah SWT dan berkeyakinan hanya Allah-lah yang bisa mengabulkan.

55 – (2577) حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ بَهْرَامَ الدَّارِمِيُّ، حَدَّثَنَا مَرْوَانُ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ الدِّمَشْقِيَّ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِيمَا رَوَى عَنِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهُ قَالَ: «يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا، يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ، يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ، إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ، يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ، إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ، يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ، يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّي فَتَضُرُّونِي وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي، فَتَنْفَعُونِي، يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ، مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا، يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا، يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ، يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ، ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا، فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا، فَلْيَحْمَدِ اللهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ، فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ» قَالَ سَعِيدٌ: كَانَ أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ، إِذَا حَدَّثَ بِهَذَا الْحَدِيثِ، جَثَا عَلَى رُكْبَتَيْهِ.

… dari Nabi SAW dalam hal apa-apa yang beliau riwayatkan dari Allah Tabaroka wa Ta’ala sesungguhnya Allah berfirman:

“Wahai hamba-hambaku sesungguhnya Aku mengharamkan dholim atas diriKu dan Aku menjadikan dholim (aniaya) itu diharamkan di antara kalian, maka janganlah saling menganiaya diantara kalian”.

“Wahai hamba-hambaku sesungguhnya kalian semua itu sesat kecuali orang yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah kepadaku niscaya Kuberi hidayah kalian”.

“Wahai hamba-hambaku sesungguhnya kalian semua itu orang lapar kecuali orang-orang yang Aku beri makan. Maka makan kalian padakU niscaya Aku beri makan kalian”.

“Wahai hamba-hambaku sesungguhnya kalian semua orang-orang yang telanjang kecuali orang yang aku beri maka mintalah pakaian padaKu niscaya Aku beri pakaian kalian”.

“Wahai hamba-hambaku sesungguhnya kalian semua melakukan kesalahan di waktu malam dan siang. Aku adalah yang mengampuni segala dosa semuanya beri makan. Maka mintalah ampun kalian semua padaKu niscaya Aku ampuni kalian”.

“Wahai hamba-hambaku sesungguhnya kalian semua tidak bisa sampai pada mudhorotku lantas kalian bisa membahayakan padaku dan kalian tidak akan sampai pada manfaatKu lantas kalian bisa memberi manfaat padaKu (itu tidak)”.

“Wahai hamba-hambaKu andaikata orang-orang yang awal dari kalian dan (sampai dengan) orang-orang yang paling akhir dari kalian yang terdiri dari manusia dan jin adalah mereka itu di atas setaqwa-taqwa hati seseorang dari kalian maka yang demikian itu tidak menambah sedikitpun dari kerajaanku”.

“Wahai hamba-hambaKu andaikata orang-orang yang awal dari kalian dan (sampai dengan) orang-orang yang paling akhir dari kalian yang terdiri dari manusia dan jin adalah mereka itu di atas sejahat-jahat hati seseorang , yang demikian itu tidak akan mengurangi kerajaanKu sedikitpun”.

“Wahai hamba-hambaKu andaikata orang-orang yang awal dari kalian dan (sampai dengan) orang-orang yang paling akhir dari kalian yang terdiri dari manusia dan jin, mereka semua berdiri di suatu tanah lapang mengajukan suatu permohonan kepadaKu, lantas masing-masing Aku beri apa yang dimintanya, maka yang demikian itu tidaklah mengurangi apa-apa yang ada di sisiku, kecuali ibarat sebuah jarum yang dicelupkan dalam lautan”.

“Wahai hamba-hambaKu itulah gambaran amal-amal kalian, Aku menghitungnya untuk kebaikan kalian semua kemudian Aku memenuhu (memberi ganjaran) amal kalian. Maka barang siapa menemui kebaikan ucapkanlah الْحَمْدُ لِلَّهِ dan barang siapa yang menemui selain kebaikan janganlah mencaci maki kecuali pada diri sendiri”.

Said meriwayatkan Abu Idris Al Haulani saat membacakan hadist ini ia duduk di atas kedua lututnya.

Hadist Muslim jus 4 no. 1995-1996