Tag

, ,

Selasa pagi (26/6), suasana Aula Masjid Al Furqan yang berada di komplek Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di Kramat Raya Jakarta Pusat sudah ramai oleh kehadiran para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir. Pada hari itu diadakan Wisuda Mahasiswa STID Mohammad Natsir yang telah selesai mengikuti pendidikan selama lebih kurang empat tahun.

Raut kebahagian terlihat jelas diwajah para mahasiswa yang mengikuti prosesi acara wisuda tersebut. Sebanyak 37 mahasiswa dan 8 mahasiswi didampingi orang tua dan keluarganya tampak bahagia setelah mampu menyelesaikan pendidikannya di STID Mohammad Natsir.

Acara Wisuda ini dihadiri oleh Ketua Pembina Dewan Da’wah bapak Dr. Ir. A.M. Saefuddin. Selain itu hadir pula Ketua Umum Dewan Da’wah Ustadz Syuhada Bahri dan beberapa orang pengurus Dewan Da’wah lainnya. Hadir juga utusan dari beberapa mitra Dewan Da’wah yang selama ini membantu dalam pembiayaan untuk para da’I yang bertugas diberbagai daerah di Indonesia seperti dari Lembaga Zakat BRI, BAMUIS BNI serta BAZNAS.

Ketua Umum Dewan Da’wah ustadz Syuhada Bahri dalam tausiahnya merasa bersyukur dan bangga terhadap STID Mohammad Natsir yang tetap istiqomah mendidik para kader-kader penerus estafet da’wah. “Kader-kader da’wah yang dilahirkan dari STID Mohammad Natsir alhamdulillah telah banyak manfaatnya dirasakan masyarakat, ini tentu membanggakan bagi Dewan Da’wah, karena merekalah yang diharapkan dapat melanjutkan estafet kepemimpinan da’wah Dewan Da’wah dimasa yang akan datang”, ujarnya.

Ustadz Syuhada juga mengatakan bahwa sistem pendidikan di STID Mohammad Natsir mampu untuk melahirkan kader-kader da’wah yang tidak hanya memiliki kemampuan ilmu agama yang baik, namun juga dapat mengaplikasikannya langsung ditengah masyarakat, karena disela-sela pendidikan para mahasiswa diwajibkan untuk menyampaikan da’wah dimasyarakat, bukan dimasyarakat perkotaan namun dimasyarakat pedalaman yang sarana dan prasarananya sangat minim.

“Ditempat seperti itulah para da’i akan merasakan tantangan da’wah yang sangat berat, sarana dan prasarana yang minim serta pola pemikiran masyarakat yang sangat berbeda dengan masyarakat perkotaan akan menumbuhkan rasa sabar dan tabah yang tinggi dalam diri para da’i”, tambah Ketua Umum.

Dalam tausiahnya ustadz Syuhada juga mengatakan bahwa saat ini tantangan da’wah yang dirasakan ummat sangat berat. “Ada suatu gerakan yang didukung oleh program yang baik serta Sumber daya manusia dan dana yang mumpuni yang bertujuan untuk bukan hanya menjauhkan masyarakat dari Islam, namun juga berusaha untuk membuat masyarakat takut akan islam

Ustadz Syuhada juga mengatakan bahwa cara yang dijalankan untuk membuat masyarakat menjauh dari Islam antara lain dengan menumbuhkan rasa cinta terhadap dunia dan membangun sarana dan prasarana untuk berbuat dosa.

“Ini sesuatu yang sangat menyedihkan dan membahayakan, jika masyarakat Islam sudah takut akan ajaran Islam, maka kemaksiatan dan kemungkaran akan tumbuh dengan sangat cepat ditengah masyarakat karena syariat Islam tidak dapat hidup”, ujar Syuhada menambahkan.

Dihadapan para wisudawan dan wisudawati, ustadz Syuhada berpesan agar ilmu dan pengalaman da’wah yang sudah didapatkan selama menimba ilmu di STID Mohammad Natsir dapat diaplikasikan ditengah kehidupan masyarakat dalam rangka membentengi dari berbagai cara dan upaya yang dilakukan oleh siapa saja yang anti Islam dengan tujuan untuk merusak moral dan ahlak masyarakat

Kepada para wisudawan dan wisudawati ustadz Syuhada juga mengharapkan agar senantiasa bersikap dan berprilaku yang Islami, karena perkataan dan perbuatan yang dilakukan akan senantiasa dijadikan contoh bagi ummat disekitarnya.

Dalam pesannya ustadz Syuhada juga mengatakan bahwa para da’i muda ini harus memiliki kesabaran dan ketabahan yang tinggi dalam menjalani da’wah, karena itu salah satu kunci da’wah sukses dimasyarakat.

Sebelumnya disampaikan orasi ilmiah yang disampaikan oleh bapak Drs. H. Jufri Dolong dari Dirjen Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI. Dalam orasinya yang berjudul membangun Perguruan Tinggi Islam berbasis Da’wah, Jufri Dolong mengatakan bahwa da’wah merupakan elemen penting untuk merubah masyarakat menjadi lebih baik. Untuk itulah diharapkan STID Mohammad Natsir tetap istiqomah menjadikan da’wah sebagai dasar pembinaan bagi para mahasiswanya.

Kepada para wisudawan Jufri juga berpesan agar mempraktekan ilmu da’wah yang sudah didapat dalam pengabdian di masyarakat serta mengharapkan agar para wisudawan ini tidak berhenti berda’wah meski sudah selesai menempuh pendidikan.

Dalam acara ini disampaikan juga sambutan dari bapak Yusran, perwakilan Kopertais Wilayah I DKI Jakarta. Dalam sambutannya Yusran memberikan ucapan selamat kepada STID Mohammad Natsir yang mampu melahirkan kader-kader da’wah yang sangat berguna bagi kehidupan bangsa dan negara.

Yusran juga mengapresiasi apa yang sudah dilakukan STID Mohammad Natsir yang dianggap telah banyak memberikan kontibusi yang sangat besar bagi masyarakat dengan program da’wah didaerah pedalaman yang dilakukan mahasiswanya serta berharap agar lulusan STID Mohammad Natsir dapat melakukan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. (rusdi)

Ustadz Syuhada Bahri menyampaikan tausiah dalam Wisuda Mahasiswa STID Mohammad Natsir (26/6)

About these ads