Perbankan Syariah – Jalan Keluar dari Krisis

BY RENÁTA JANKA TÓTH| MAY 20, 2013 AT 7:42 AM

Perbankan Syariah secara signifikan lebih tahan terhadap krisis daripada bank-bank Barat. Akankah ini menjadi alternatif yang baik untuk keluar dari krisis?

Bank SyariahKrisis ekonomi global tahun 2008-2009 memiliki dampak luas pada ekonomi internal negara dan juga ekonomi internasional pada umumnya. Sebagian besar negara menghadapi kemerosotan ekonomi, kesulitan keuangan dan kebangkrutan. Namun, sistem perbankan syariah seperti yang diterapkan di beberapa negara Islam menunjukkan kekuatan yang melindungi sistem ini, sampai batas tertentu, dari kerusakan yang sama sebagaimana dialami negara-negara Barat.

Krisis yang semula terjadi di Amerika Serikat, pada dasarnya disebabkan oleh kelebihan produksi perumahan. Menyusul Eropa setahun kemudian, bahkan beberapa pakar mengklaim bahwa sebab-sebab dan tanda-tanda krisis muncul lebih awal di Eropa daripada di Amerika Serikat. Krisis ini tidak hanya mempengaruhi negara-negara maju seperti AS dan Eropa, bagian lain dunia juga menderita secara ekonomi saat ini. Namun, satu wilayah, khususnya Timur Tengah, menunjukkan keingintahuan tentang bagaimana sistem keuangan – atau setidaknya bagian dari itu – tahan terhadap krisis.
Lanjut membaca

Kebodohan Akar dari Kesesatan

kebodohan-akar-kesesatanKenapa di dunia ini banyak kesesatan dan kesyirikan? Praktek-praktek ibadah yang nampaknya pol tapi ternyata telah jauh menyimpang dari akidah. Para manusia yang menyembah patung. Umat yang mengkeramatkan kuburan. Keyakinan orang suci yang sudah mati bisa memberikan karomah dan syafa’at.

Jawabnya adalah karena KEBODOHAN. Kebodohan adalah akar dari segala kesesatan dan kemusyrikan di dunia ini. Mereka adalah umat yang tidak dapat berpegang teguh pada ajaran Nabi dan Rasul Alloh. Coba simak ayat Alloh dalam Al-Quran Surah Nuh ayat 23.

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا (23)

Mereka (kaum Nabi Nuh) berkata,”Janganlah kalian meninggalkan para sesembahan kalian dan juga jangan meninggalkan Wadd, Suwa’, Yagutz, Ya’uq dan Naser”.

[Surah Nuh (71) ayat 23]

Lanjut membaca

Pokok Pikiran dan Sikap Pimpinan Pusat Muhammadiyah Terhadap RUU Ormas

muhammadiyah-ormasDilihat dari sisi politik pembangunan hukum (legal policy) kemauan untuk mengatur keberadaan masyarakat melalui sebuah undang undang tidak boleh lepas dari jaminan  konstitusi, UUD 1945 yang menyebutkan bahwa kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat merupakan bagian hak asasi manusia (HAM).

Upaya negara (pemerintah) untuk mengatur melalui UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan di masa lalu (Orba) telah mereduksi dan mengecilkan keberadaan dan ruang gerak masyarakat sebagai sebuah kesatuan yang sebenarnya mempunyai otonomi tersendiri.

Otonomi masyarakat merupakan tatanan yang asli dan eksis. Kalaupun berusaha dipinggirkan keberadaannya akan tetap ada. Oleh sebab itu kebijakan pembangunan hukum tidak boleh mengurangi apalagi menghilangkan tatanan otonomi masyarakat yang seharusnya eksistensinya ditempatkan  berdampingan dengan negara. Pada waktu-waktu tertentu, yaitu ketika kekuasaan negara melemah, maka kekuatan otonomi akan muncul menjadi penjaga dan mendayagunakan perannya untuk menjalankan tugas kemaslahatan umum, yang dibutuhkan adalah model pembangunan hukum (UU) yang bersifat responsif.
Lanjut membaca

Menyikapi Hari Valentine

valentineHari Valentine (Valentine Day) yang jatuh setiap tanggal 14 Februari memiliki sejarah panjang yang erat berhubungan dengan masyarakat nasrani. Kata ‘Valentine’ sendiri diambil dari seorang pendeta ‘pelayan tuhan’ yang bernama Santo Valentine. Ia-lah orang yang berani menolak kebijakan Kaisar Romawi Claudius melarang pernikahan dan pertunangan.

Pelarangan ini berawal dari kesulitan pemerintahan Romawi merekrut pemuda dan para pria sebagai pasukan perang. Padahal pada masa itu, pemerintahan dalam keadaan perang dan sangat membutuhkan tenaga sebagai prajurit. Sang Kaisar menganggap kesulitan ini berasal dari keengganan mereka meninggalkan kekasih, istri dan keluarganya. Oleh karenanya, Sang Kaisar mengeluarkan peraturan yang melarang pernikahan, karena pernikahan dianggap sebagai salah satu penghambat perkembangan politik Romawi. Peraturan ini kemudian ditolak oleh santo Valentine sehingga ia dihukum mati pada tanggal 14 Februari 270 M. Lanjut membaca

Semakin Banyaknya Warga Perancis Masuk Islam, Tantangan Bagi Kebijakan Negara

warga-perancis-masuk-islamCreteil, Prancis – Bangunan modern yang luas dan elegan, di pusat kawasan menengah Paris ini, dikenal sebagai “masjid pertaubatan”.

Setiap tahun sekitar 150 orang menjalani upacara masuk Islam di dalam struktur putih salju masjid Sahabat di Créteil, dengan mosaik yang rumit dan sebuah menara 25 meter yang menakjubkan. Dibangun pada tahun 2008 masjid ini menjadi simbol kehadiran dan perkembangan Islam di Perancis. Di antara mereka yang datang ke sini untuk salat Jumat sangat banyak anak muda mantan Katolik Roma, mengenakan kopiah tradisional Muslim dan jubah panjang.

Meskipun jumlah mualaf masih relatif kecil di Perancis, warga yang masuk Islam setiap tahun telah dua kali lipat dalam 25 tahun terakhir, para ahli mengatakan. Ini menjadi tantangan yang berkembang untuk Perancis, di mana sikap pemerintah dan publik terhadap Islam yang canggung dan terkadang bermusuhan. Lanjut membaca

LDII Sesat Karena Mangkul?

ldii-sesat-manqkulLDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) saat ini telah menjadi fenomena paling menarik dalam demokrasi dan kebebasan beragama di negara ini. Di luar mainstream utama NU dan Muhammadiyah belum pernah ada organisasi Islam yang sempat berkembang dan membesar seperti LDII. Berbeda dengan NU dan Muhamadiyah yang pada saat kelahirannya mendapatkan tentangan dari pemerintahan Hindia Belanda, perjuangan LDII justru menghadapi rintangan dari masyarakat dan pemerintah sendiri.

Menariknya adalah cikal bakal LDII yang dikenal dengan nama Islam Jamaah merupakan kelompok Islam yang kehadirannya mendapat perlawanan paling kuat dari masyarakat karena dianggap aliran sesat. Bahkan pemerintah sempat mengeluarkan larangan resmi terhadap aktivitas kelompok tersebut di seluruh Indonesia. Image masyarakat terhadap LDII-pun tidak berubah hingga kini sebagai jelmaan dari organisasi terlarang Islam Jamaah. Namun sejauh ini LDII tetap eksis dan terus berkembang pesat. Faktanya dari 10 kriteria aliran sesat yang dirilis Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak satupun menyangkut di LDII. Lanjut membaca

Festival Anak Sholeh, Membangun Generasi Berakhlakul Karimah


Sebanyak 700 caberawit, anak usia TK dan SD, berkumpul di Pondok LDII Al-Barokah desa Sruni Selasa, 25 Desember 2012. Festival Anak Sholeh merupakan salah satu model pembinaan generasi penerus yang diterapkan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia saat ini. Dalam even tersebut dilombakan berbagai ketrampilan beribadah seperti; membaca Al-Quran, hafalan doa-doa dan ayat-ayat pendek, menulis huruf pego (huruf Arab Jawa), Azan, Kaligrafi dan Cerdas Cermat.

Festival Anak Sholeh yang digelar tiap semester ini menjadi barometer tingkat keberhasilan pembinaan generasi muda sekaligus sebagai bahan evaluasi peningkatan program dan proses belajar-mengajar ilmu agama di lingkungan LDII. Agenda ini juga untuk mengisi liburan sekolah dan memberikan anak-anak didik kegiatan yang bermanfaat positif.

Di era globalisasi saat ini tidak ada satupun institusi yang bertanggung jawab terhadap pembangunan karakter generasi muda. Maka Lembaga Islam dan Pondok Pesantren menjadi benteng utama untuk membendung kerusakan moral di akhir jaman ini. Memberikan kefahaman agama yang benar akan membentengi generasi muda dari berbagai kerusakan zaman seperti; narkoba, pergaulan bebas dan perkelahian antar pelajar.

LDII sendiri memiliki tiga sasaran dalam membangun karakter generasi muda yaitu:

  1. Membangun generasi muda alim yang banyak ilmu agamanya
  2. Membentuk generasi berakhlakul karimah yang fakih beribadah
  3. Menjadikan generasi yang terampil bekerja dan bisa hidup mandiri
7068 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِيٍّ، قَالَ: أَتَيْنَا أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ مَا نَلْقَى مِنَ الحَجَّاجِ، فَقَالَ: «اصْبِرُوا، فَإِنَّهُ لاَ يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ، حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ» سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
…Hajaj meriwayatkan: Sabarlah kalian, sesungguhnya tidak datang pada kalian suatu zaman kecuali (zaman) sesudahnya lebih buruk dari sebelumnya sehingga menjumpai Tuhan kalian”, aku (Hajaj) mendengar (ucapan tersebut) dari Nabi kalian sholallohu a’laihi wasallam.
[Hadist Shohih Bukhari No. 8068 Kitabu Fitan]

Sumber: ldii-sidoarjo.org